You are here

Menguburkan Mayat

Disyariatkan agar mengubur mayat di dalam tanah seperti kebiasaan kebanyakan masyarakat di bumi sejak anak-anak Adam . Mengubur jenazah di dalam tanah merupakan penghormatan kepada yang sudah meninggal dan menjauhkan hal-hal yang bisa mengganggu bagi yang masih hidup. 

Batasan kedalaman dalam mengubur jenazah adalah dengan menutupnya di dalam tanah yang aman dari ancaman binatang buas. Juga agar baunya tidak menyebar dan tidak tercium oleh yang masih hidup. 

Nabi  mengabarkan bahwa kuburan itu bisa menjadi kebun surga atau lubang neraka. 

Dianjurkan agar memperhatikan beberapa hal di bawah ini: 

  1. Dianjurkan agar mempercepat proses pengurusan mayat, mulai dari memandikan, mengkafani, sampai menshalatkannya.
  2. Disunnahkan menggali kuburan yang dalam dan luas, sesuai dengan ukuran jenazah.Tetapi pada dasarnya ukuran dan batasan kuburan adalah yang cukup menutupi agar bau mayat tidak menyebar dan aman dari gangguan binatang buas serta aman dari gangguan banjir bagi kuburan dan jenazah itu sendiri.
  3. Dibolehkan kuburan berbentuk liang lahat seperti gambar berikut ini:
    Atau seperti ruangan (seperti dalam gambar). Karena setiap negara mempunyai kebiasaan berbeda yang sesuai dengan kondisi tanah. 
  4. Disunnahkan agar posisi mayat menghadap ke arah kanan dan menghadapkannya ke arah kiblat.
  5. Disunnahkan orang yang menguburkan mayat itu membaca doa:
    “Dengan menyebut nama Allah, dan berdasarkan agama Rasulullah.” (HR. At-Tirmidzi, no. 1046, dan Ibnu Majah, no. 1550)
  6. Dianjurkan agar menutup liang kuburan mayat, baik yang seperti liang lahat atau dari tanah liat (atau batu bata yang terbuat dari lumpur, jerami dan daun lalu dibiarkan sampai kering) dengan memakai kayu, batu atau benda sejenisnya, sebelum kuburan ditimbun dengan tanah. 
  7. Disunnahkan bagi orang yang hadir di pemakaman agar ikut serta menimbun tanah ke liang kuburan. Nabi Muhammad  menganjurkan agar ikut serta dalam menimbunkan tanah minimal tiga kali timbunan dengan menggunakan tangannya. (Daruquthni, 2/76)
  8. Disunnahkan agar meninggikan tanah di atas kuburan agar mudah dikenali, sehingga semua orang akan menjauhinya, tidak berjalan di atasnya dan tidak mengganggunya. Tetapi diharamkan berlebihan dalam memberikan tanda itu, apalagi membangun sesuatu di atas kuburan. Nabi Muhammad  sudah melarang membangun suatu bangunan di atas kuburan, karena itu dianggap berlebihan dalam memuliakan 
  9. Makruh mengubur mayat dalam peti. Tetapi dalam kondisi darurat diperbolehkan. 

Setelah Mayat Dikuburkan

Setelah selesai proses penguburan mayat, disunnahkan bagi yang hadir agar mendoakan mayat secara langsung, agar mayat diberi keteguhan dan ampunan. Nabi Muhammad  bersabda setelah penguburan salah satu sahabatnya, “Mintalah ampunan untuk saudara kalian dan mintalah keteguhan baginya, karena sekarang dia sedang ditanya.” (HR. Abu Dawud, no. 3223)

Disyariatkan untuk membaca doa kebaikan bagi mayit, memohonkan ampunan, kasih sayang dan kekokohan setelah dikuburkan. 

Panduan Praktis Muslim

Website Panduan Praktis untuk Muslim adalah laman elektronik dari buku Panduan Praktis untuk Muslim. Ini merupakan produk terbaru dari Modern Guide Company dan telah diproduksi ke dalam 15 bahasa. Tersedia pula berbagai aplikasi menarik untuk gadget yang memuat konten buku ini.

Modern Guide